Situs puisi merupakan Blog kumpulan puisi yang menyediakan contoh puisi terbaik karya indonesia.

Puisi Kontemporer Beserta Contohnya

Apa itu Puisi Kontemporer? Sebelum menjelaskannya, Situs Puisi akan memberitahukan kepada anda bahwa ada 3 jenis puisi yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Kontemporer memiliki makna masa kini yang sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan keadaan zaman.

Pengertian Puisi Kontemporer
Puisi kontemporer adalah puisi yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Puisi kontemporer dapat diartikan sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir.Puisi kontemporer berusaha keluar dari ikatan konvensional puisi itu sendiri.

Ciri Ciri Puisi Kontemporer
  1. Seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan bahasa yang santun, 
  2. Memakai kata-kata yang makin kasar,
  3. Menggunakan kaliman ejekan, dan lain-lain. 
  4. Pemakaian kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi.

Puisi Kontemporer dibedakan menjadi 3 yaitu puisi mantra, puisi mbeling, puisi konkret.

1. Puisi Mantra adalah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Ciri-Ciri Puisi Mantra adalah Mantra mengutamakan efek atau akibat berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada perintah, Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang disajikan untuk menimbulkan akibat tertentu, Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri.
contoh:
Shang Hai
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping? bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
ya tak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

2. Puisi Mbeling adalah bentuk puisi yang tidak mengikuti aturan. Aturan puisi yang dimaksud ialah ketentuan-ketentuan yang umum berlaku dalam puisi. Kata-kata dalam puisi mbeling tidak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling adalah main-main. Ciri-ciri puisi mbeling adalah mengutamakan unsur kelakar; pengarang memanfaatkan semua unsur puisi berupa bunyi, rima, irama, pilihan kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).
contoh:
Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bermimpi
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
Ketika ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang hilang itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tak bisa kembali
Dan ia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)

 3. Puisi konkret adalah puisi yang disusun dengan mengutamakan bentuk grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya menggunakan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada umumnya terdapat lambang-lambang yang diwujudkan dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya.
Penyusunan puisi kontemporer sebagai puisi inkonvensional perlu memerhatikan beberapa unsur seperti: Unsur bunyi; meliputi penempatan persamaan bunyi (rima) pada tempat-tempat tertentu untuk menghidupkan kesan dipadu dengan repetisi atau pengulangan-pengulangannya, Tipografi; meliputi penyusunan baris-baris puisi berisi kata atau suku kata yang disusun sesuai dengan gambar (pola) tertentu, Enjambemen; meliputi pemenggalan atau perpindahan baris puisi untuk menuju baris berikutnya, Kelakar (parodi); meliputi penambahan unsur hiburan ringan sebagai pelengkap penyajian puisi yang pekat dan penuh perenungan (kontemplatif).
contoh:
Doktorandus Tikus I
selusin toga
me
nga
nga
seratus tikus berkampus
diatasnya
dosen dijerat
profesor diracun
kucing
kawin
dan bunting
dengan predikat
sangat memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)

Anda sudah membaca Puisi Kontemporer Beserta Contohnya, sekarang anda tinggal mencoba untuk membuat puisi kontemporer sendiri.

Next Post = Puisi Di tepi Harapan Karya Sasky Oktafian Nabilla
Last Post = Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Tersesat Dihati Sang Batu

Waktu yang berputar lalu menegurku untuk mengingat itu
Kala aku dulu pernah bodoh untuk mencintai sang batu
Aku mati dan terkubur dalam rasa sakitku
Saat ku tau kau telah terhanyut dengan rayuan wanita yang aku pun tak tahu

Berjalan aku disudut ruang kasihmu yang lalu
Kita bahagia dengan cinta pelangi yang indah seperti sebuah irama dalam lagu
Kita menari dan melayang diatas awan - awan kebahagiaan
Namun sayang kebahagiaan itu kini hanya menjadi kenangan

Kasih, cinta, dan kasing sayang itu indah
Tapi kenapa mereka solah - olah hanya dijadikan panah
Untuk membidik sang amarah
Yang lalu hanya menitipkan sebuah luka di dalam sebuah kisah

Ku akui dulu aku tersesat dihati sang batu
Aku berlari dan tak akan pernah kembali ketempat itu
Dimana disitu tumbuh sakit dihati tulusku
Dan aku percaya aku akan bahagia jika tak bersamamu

Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari

Arti Puisi Tersesat Dihati Sang Batu:
puisi ini saya (penyair) buat untuk seseorang yang saya kagumi yang mana dia juga memberikan harapan kepada saya. Tapi saya harus terima kalau kami tak akan pernah bersatu. Karena kini dia telah memiliki kekasih. Setelah saya tau akhirnya saya memutuskan untuk pergi dari hatinya dan tak akan pernah kembali.

Puisi Tersesat Dihati Sang Batu terdiri dari:
  • Puisi terdiri dari 4 bait
  • Termasuk Puisi Cinta & Puisi Sedih
Puisi Tersesat Dihati Sang Batu telah dikirim ke Situs Puisi oleh Feni Lintang Utari

Last Post = Puisi Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan Karya Novita Sari

Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan Karya Novita Sari

Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan

Aku tau mungkin mereka sama-sama samar
Aku yang terlalu gelap
Tidak terlalu compang-camping
namun mereka masih lebih baik

Apa yang lebih buruk dari gelap
Kurasa itu yang terdalam
Seharusnya aku melihat yang baik untukku
Bukan sengaja mengacuhkan itu

Aku takut, ia
Aku terlalu takut akan akan ia
Namun aku selalu saja membuat ia kesal
Lalu aku harus menyalahkan siapa
Jika tamparan itu meninggalkan cahaya bulan

Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan Karya Novita Sari

Arti Puisi Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan
Makna dari puisi diatas ialah, penyesalan akan kesalahan yang diperbuat dengan sengaja, lalu sampai pada titik dimana dia mendapat teguran oleh yang diatas, dan teguran itu membekas dan membuat ia menyadari kesalah tersebut.

Puisi Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan terdiri dari:
  • Terdiri dari tiga bait
  • Termasuk kedalam Puisi Bebas
  • Termasuk Puisi Penyesalan
Puisi Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan telah dikirim ke Situs Puisi oleh Novita Sari.

Next Post = Puisi Tersesat Dihati Sang Batu Karya Feni Lintang Utari
Last Post = Puisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus Karya Zahni Hafizh Atsari

Hari Kemerdekaan 17 Agustus Karya Zahni Hafizh Atsari

Hari Kemerdekaan 17 Agustus

17 Agustus 1945
Hari ini aku menghadap sang saka
Hentak beraniku menyosong citaku
Suci jiwaku menggapai harapanku

Aku anak bangsa Indonesia
Suara lantang menyuarakan
Merdeka...,Merdeka...,Merdeka...
Majulah Indonesiaku

Hari ini... hari kemerdekaan Bangsa Indonesia
Hari kebangsaan Indonesia
Hari lahirnya Bangsa Indonesia

Semangat juang para pahlawan
Gugur damai di medan perang
Harum namamu di kandung badan
Merdeka...,Mrdeka...,Merdeka...
Jayalah selalu Bangsa Indonesiaku

Hari Kemerdekaan 17 Agustus Karya Zahni Hafizh Atsari

Arti Puisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus:
Pada tanggal 17 Agustus aku sedang mengikuti upacara. Keberanianku mempertahankan bangsa. Jiwa yang suci karena pengorbanan. Aku anak indonesia teriakan merdeka dan doaku kepada ilahi

Puisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus terdiri dari:
  • Termasuk Puisi Perjuangan & Puisi Kemerdekaan
Puisi Hari Kemerdekaan 17 Agustus telah dikirim ke Situs Puisi oleh Zahni Hafizh Atsari.

Next Post = Puisi Tamparan Yang Meninggalkan Cahaya Bulan Karya Novita Sari
Last Post = Puisi Aku Karya Chairil Anwar

Aku Karya Chairil Anwar

Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Aku Karya Chairil Anwar

Arti Puisi Aku:
Puisi ini dibuat pada tahun 1993 yang saat itu negeri Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Puisi ini memiliki tema tentang pemberontakan dari segala bentuk penindasan. Si penulis ingin hidup lebih lama, namun Ia hanya memiliki waktu yang terbatas. Dan kalau ajalnya tiba, Ia tak ingin siapapun meratapinya.

Puisi Aku terdiri dari:
  • Termasuk puisi perjuangan
Puisi Aku telah diterbitkan ke Situs Puisi oleh admin situspuisi.blogpot.com
Copyright © Situs Puisi : Blog Kumpulan Puisi Terbaik Indonesia.