Situs puisi merupakan Blog kumpulan puisi yang menyediakan contoh puisi terbaik karya indonesia.

Suatu Senja Karya Hamzah Fauzi

Suatu Senja

Senja yang indah lagi sunyi
Itu yang ku rindui
Kala segala pengap hari
Ku tempuh dengan seluruh jati diri

Senja yang temaram itu yang ku nanti
Saat tunduk hati melupa ambisi
Dan menutup senyum seorang diri
Dan segalanya usai dan pergi

Suatu senja di saat ku bersemadi
Berdiam melupakan mimpi
Tentang surga yang mati suri
Dan tanah cinta yang ku tinggal pergi

Suatu Senja Karya Hamzah Fauzi

Arti Puisi Suatu Senja:
Saat berharga bagi saya (penulis puisi) adalah ketika saya pulang ke rumah di matahari terbenam ... perasaan yang saya miliki adalah seperti berjalan jauh dari jeruji penjara ... penjara ambisi ... penjara dari kepura-puraan ... yang seringkali membuat saya begitu lelah dan bosan.

Puisi Suatu Senja terdiri dari:
  • Puisi terdiri dari 3 bait
  • Setiap bait berisi 4 baris kalimat
  • Puisi bersajak AAAA
Puisi Suatu Senja telah dikirim ke Situs Puisi oleh Hamzah Fauzi.

Aku, Kamu dan Kesedihan Karya Andrian Permana Widodo

Aku, Kamu dan Kesedihan

Daun gugur di musim lalu
Menjadikan harap jatuh
Bias melati putih menggeram
Pada pelangi senja
Pada secercah napas manusia
Kita melupakan cerita lama
Juga rindu yang mati di tanah kelahiran cinta
Apa yang sengaja kita perbuat?
Bila menikam rasa hati yang lugu

Bukan lagi rasa
Sesaat kita melepasnya
Sesaat kita menjauhinya

Kilau gemintang malam
Desah purnama yang bersedih
Merintih, tertatih dan sendiri
Kita tak lagi sama
Persimpangan tertawa
Kita berpaling muka
Kita?
Aku dan kamu, jelasnya

Daun gugur di musim lalu
Tinta merah merobek kenangan
Aku, kamu, dan kesedihan.

Aku, Kamu dan Kesedihan Karya Andrian Permana Widodo

Arti Puisi Aku, Kamu dan Kesedihan:
seseorang yang sedang mengingat masa lalu, mencoba untuk mengulas kembali kenangannya..
sebuah kenangan pahit yang tak terbendung olehnya.

Puisi yang Aku, Kamu dan Kesedihan terdiri dari:

  • Puisi Bebas
  • Puisi Sedih

Puisi Aku, Kamu dan Kesedihan telah dikirim ke Situs Puisi oleh Andrian Permana Widodo

Next Post = Puisi Suatu Senja Karya Hamzah Fauzi
Last Post = Puisi Baru Beserta Contohnya

Puisi Baru Beserta Contohnya

Please Wait...

Apa itu Puisi Baru? Puisi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: Puisi Lama, Puisi Baru, dan Puisi Kontemporer. Puisi baru terkenal karena bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Di artikel ini Situs Puisi akan menjelaskan kepada anda mengenai pengertian puisi lama beerta contohnya.

Pengertian Puisi Baru
Puisi baru adalah puisi yang bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru :
  1. Bentuknya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
Dibawah akan dijelaskan Jenis Puisi Baru dan tidak lupa dengan Contoh Puisi Baru.

Jenis-jenis puisi baru Menurut isinya, puisi dibedakan atas :

1. Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

2. Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.

Contoh:
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)

3. Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Contoh:
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)

4. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Contoh:
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)

5. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra
Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Contoh:
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)

6. Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)
Contoh:
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(WS Rendra)

Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:

7. Distikon, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Contoh:
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)

8. Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Contoh:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
(Sanusi Pane)

9. Kuatrain, puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

10. Kuint, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)

11. Sektet, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Contoh:
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernapas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

12. Septime, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Contoh:
Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya
(Mohammad Yamin)

13. Oktaf/Stanza, adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Contoh:
Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang
(Sanusi Pane)

14. Soneta, adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).
Contoh:
Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Diatas adalah beberapa contoh - contoh dari puisi baru yang ada di Indonesia ini. Jadi jika anda sudah tahu Pengerian puisi baru beserta contohnya maka anda juga bisa membuat puisi baru.

Next Post = Puisi Aku, Kamu dan Kesedihan Karya Andrian Permana Widodo
Last Post = Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama

Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama

Perasaan Yang Tak Terungkap

Hati kecil ini terasa galau
Pikiran ini terus terbayang wajahmu
Kau seperti berputar dalam otakku
Kau selalu ada ditempat aku berpijak
Bayangan akan dirimu selalu menghantuiku

Jantungku berdetak ketika kau lewat
Hati kita menyatu saat pandangan kita bertemu
Apa yang terjadi dalam diriku
Sihir apa yang kau berikan padaku
Apa ini cinta atau hanya nafsu belaka

Bulan dan mentari saling mengejar
Hari demi hari kian berlalu
Namun bayanganmu tidak memeudar
Bahkan bayanganmu semakin bersinar di benakku
Sebenarnya hati ini ingin menemani harimu
Haruskah ku mengungkap perasaan ini

Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama

Arti Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap:
Arti dari puisi ini adalah seseorang yang memiliki rasa cinta kepada seseorang. Setiap hari Ia selalu memikirkan sosok yang dicintainya tersebut. Namun Ia seorang pengecut yang tidak berani mengungkapkan perasaannya itu kepada orang yang disukainya.

Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap terdiri dari:
  • Puisi terdiri dari 3 bait
  • Termasuk puisi cinta
Puisi Perasaan Yang Tak Terungkap telah dikirim ke Situs Puisi oleh Erwin Pratama.

Next Post = Puisi Baru Beserta Contohnya
Last Post = Puisi Lama Beserta Contohnya

Puisi Lama Beserta Contohnya

Apa itu puisi lama? Mungkin ada yang belum mengetahui kalau puisi itu dibagi menjadi 3 yaitu puisi lama dan puisi baru dan juga kontemporer. Puisi lama terkenal karena adanya peraturan yang mengikat dalam membuatnya. Di artikel saya yang satu ini Situs Puisi akan berusaha menjelaskan kepada anda tentang pengertian puisi lama beserta contoh puisi lama.

Pengertian puisi lama
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan atau puisi yang dibatasi oleh aturan tertantu.
Aturan didalam puisi lama tersebut adalah :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama

Ciri - ciri puisi lama :
1. Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
2. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
3. Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis puisi lama itu meliputi :
  • Mantra
  • Gurindam
  • Syair
  • Pantun
  • Karmina
  • Seloka
  • Talibun

Dibawah ini adalah contoh puisi lama
1. Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2. Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
Contoh:
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati

3. Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:
Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

4. Seloka adalah pantun berkait.
Contoh:
Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

5. Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:
Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri pun kelak menjadi kurus (c)

6. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

7. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Nah diatas adalah beberapa contoh - contoh dari puisi lama yang ada di Indonesia ini. Jadi jika anda sudah tahu Pengerian puisi lama beserta contohnya maka anda juga bisa membuat puisi lama.

Next Post = Perasaan Yang Tak Terungkap Karya Erwin Pratama
Last Post = Puisi Kau Yang Terlihat Di Senja Hari Karya Deni Dewa
Copyright © Situs Puisi : Blog Kumpulan Puisi Terbaik Indonesia.